
Kisah Nyata Bermain Jailangkung
Cerita Mistis kali ini membawakan kisah nyata orang luar negeri yang belum pernah mendengar mengenai “Jailangkung” atau kadang disebut juga jelangkung. Nah mengapa menarik, karena dia adalah seorang atheis , tidak pernah mendengar kisah jailangkung sebelumnya dan mencoba mencari jawaban mengenai hal itu.
Saya seorang atheis. Saya tidak percaya hal-hal takhyul sama sekali. Namun kali ini saya mendengar cerita-cerita aneh tentang hantu ini. Mungkin dari kalian bisa bantu saya menjelaskan secara ilmiah mengapa bisa begitu?
Sebelum saya memulai cerita, saya harus tekankan satu hal, bahwa orang yang menceritakan ini adalah orang yang tidak pernah membohongi saya. Mereka adalah ayah dan paman saya.
Jadi ayah saya bercerita ketika masa dia di SMA, dia dan paman saya mencoba berkomunikasi dengan roh menggunakan satu metode yang mereka baca di stau buku. Pengarang buku ini menjelaskan dia melihat metode ini di Indonesia.
Jadi mereka membawa sebuah keranjang. Mereka kemudian menggambar wajah manusia di atas kertas, dan menempelkan kertas itu di dasar keranjang. Mereka kemudian ambil pulpen dan menusuk tembus kertas dan keranjang. Sekarang kertas dan keranjang menyatu bersama pulpen dengan ujung pulpen mengarah ke bawah.
Mereka kemudian mengambil satu kertas lagi, dan meletakkannya di dasar dengan ujung pulpen menyentuh kertas ini. Ayah dan paman memegang keranjang dan mulai membacakan kalimat atau mantra tertentu.
Di sinilah kejadian anehnya. Seiring dengan mantra, keranjangnya akan terasa berat. Setelah selesai membacakan mantra tersebut mereka mulai memanggil roh dan memberikan pertanyaan. Keranjangnya akan bergerak menulis jawaban di atas kertas tersebut.
Ini benar-benar janggal. Namun, menurut saya, entah ayah atau paman yang menggerakkan keranjang dan meyakinkan yang lainnya bahwa memang keranjang itu bergerak sendiri. Dan karena kejadiannya sudah lama, dia jadi lupa, dan benar-benar mengira memang terjadi.
Ayah saya sudah 50 tahun lebih dan paman saya lebih tua sedikit dari ayah. Saya tidak yakin apakah mungkin memori orang pada usia demikian mulai berkurang hingga sesuatu yang palsu dianggap nyata.
Namun jika kalian memiliki penjelasan yang lebih baik, silahkan ceritakan. Kira-kira mengapa bisa begitu?
Cerita yang dipaparkan ada beberapa kemungkinan. Pertama memang seperti yang dijelaskan bahwa salah satu dari mereka sudah lupa, kejadian sebenarnya mengingat sudah puluhan tahun berlalu.
Namun sepertinya juga tidak menutup kemungkinan patung ynag mereka buatkan sebetulnya sudah disusupi roh? Bagaimana menurut pendapat kalian?
Sip, bos! Post cerita creepypasta dong
Kalau di daerah ku nama nya choi lam sin.. byk yg bilang tu beneran nyata.. tapi aq 50:50 aja.. antara percaya n ga
Benar adanya, keluarga kami termasuk yg suka melakukan ritual ini pada bulan ke 7 kalender cina. Saya masih di SD (tahun 70an) saat kami melakukan ritual tahunan ini selama bbrp tahun. Keranjangnya khusus dibuat utk ritual ini.
Asalnya saya gak tau, tetapi keranjangnya sudah ada sejak jaman kakek/nenek saya.
Dikenakan baju, gantungan kunci/bell di leher, pen di tangan. Roh nya dipanggil dr bawah pohon yg rindang di tempat yg gelap gulita saat malam. Diundang dengan jampi2 (mirip spt yg disebut di blog lain), hio (dupa), daun teh kering, bubuk kopi dan biskuit.
Setelah roh masuk ke keranjang (keranjang terasa berat, dan bisa goyang2 sendiri), keranjang (dan roh) dibawa pulang utk diajak komunikasi. Kita memakai bhs yg sesuai dengan bhs yg dikuasai oleh roh tsb. Ada yg bisa bhs Indonesia, ada yg ngerti mandarin atau dialek lain. Kalau roh bisa nulis, keranjang akan bergerak utk menulis jawaban dengan pen yg ada di lengan keranjang di atas kertas yg disediakan. Kalau roh tidak bisa menulis, maka komunikasinya hanya dalam bentuk gerakan (anggukan utk YA), gelengan untuk TIDAK).
Sesudah selesai, keranjang kita bawa kembali ke pohon yg sama utk mengembalikan roh tsb. Begitu roh kembali ke tempat semula, keranjang akan terasa ringan spt asalnya. Keranjang dibawa pulang dan perlengkapan (baju, gantungan kunci, bell, pen) bisa di lepas.